sambiloto
Halo sobat!!!
Selamat datang di
blogku
Terimakasih sudah mau
mampir di blog ini yah sobat sobat ku
Sekarang
aku ingin membahas nih tentang obat tradisional yang ada di alam dan bisa
menjadi tanaman obat keluarga (Toga) sebenarnya sih banyak tanaman tanaman di
alam ini yang bisa dijadikan obat obatan tradisional,tapi untuk kali ini
aku ingin membahas tentang apasih itu
tanaman sambiloto. kalian pasti
banyak yang belum mengetahui apa sih itu sambiloto? apakah kamu tahu bahwa
sambiloto itu adalah tanaman obat yang memiliki banyak manfaat loh ,sebelum ke
manfaat mari kita kenalan dengan sambiloto ini.
Jadi
sobatku Tanaman sambiloto (Andrographis paniculata Nees) merupakan salah satu
tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional. Bagian tanaman yang berkhasiat
sebagai antiradang, antiinflamasi, dan antipiretik adalah daun sambiloto. Daun
sambiloto memiliki kandungan kimia diantaranya deoksiandrografolid,
andrografolid, noeandrografolid, 12 didehidroandrografolid, dan
homoandrografolid (Hariana, 2006). Pada percobaan farmakologis senyawa kimia
yang berkhasiat sebagai antiradang adalah andrographolid, deoksi-andrografolid,
dan neoandrografolid (Achmad et al., 2007).
Sambiloto
merupakan tumbuhan tegak yang berukuran 40 cm sampai 90 cm. Cabang berbentuk
segi empat dan tidak berambut, percabangan banyak dengan letak yang berlawanan.
Bentuk daun lanset, panjang daun 3 cm sampai 12 cm dan lebar daun 1 cm sampai 3
cm, panjang tangkai daun 5 mm sampai 25 mm, ujung dan pangkal daun tajam atau
agak tajam, tepi daun rata. Perbungaan tegak bercabang-cabang, panjang kelopak
bunga 3 mm sampai 4 mm, bunga berbibir berbentuk tabung, bibir bunga bagian
atas berwarna putih atau berwarna kuning 7 dengan ukuran 7 mm sampai 8 mm,
bibir bunga bawah lebar berbentuk biji berwarna ungu dengan panjang 6 mm
(Depkes RI, 1979).
Daunnya berwarna hijau dan merupakan daun tunggal yang
saling berhadapan, berbentuk pedang (lanset) dengan tepi rata (integer) dan
permukaannya halus. Bunganya berwarna putih keunguan, berbentuk jorong (bulat
panjang), dengan pangkal dan ujung bunga yang lancip. Buahnya juga berbentuk
jorong dengan ujung yang tajam dan panjang buah lebih kurang 2 cm.
Di India, bunga dan buah sambiloto bisa dijumpai pada bulan
Oktober atau antara Maret sampai Juli. Di Australia bunga dan buah bisa
dijumpai antara bulan November sampai bulan Juni tahun berikutnya. Sedangkan di
Indonesia bunga dan buah sambiloto bisa dijumpai sepanjang tahun.
Sambiloto dilaporkan memiliki efek farmakologis yang luas.
Secara kimia sambiloto mengandung diterpen, flavonoid, stigmasterol, alkane,
keton, aldehid dan mineral (kalsium, natrium, kalium) (Rosidah et al., 2012).
Tumbuhan semusim, tinggi 50-90 cm, batang disertai banyak cabang
berbentuk segi empat dengan nodus yang membesar. Daun tunggal,
bertangkai pendek, letak berhadapan bersilang, bentuk lanset, pangkal
runcing, ujung meruncing, tepi merata, permukaan atas hijau daun, panjang 2-
8 cm, lebar 1-3 cm. Perbungaan rasemosa yang bercabang membentuk malai,
keluar dari ujung batang atau ketiak daun. Bunga berbibir berbentuk tabung;
kecil-kecil, warnanya putih bernoda ungu. Buah kapsul berbentuk jorong,
panjang sekitar 1,5 cm, lebar 0,5 cm, pangkal dan ujung tajam, bila masak
akan pecah membujur menjadi 4 keping, dan biji gepeng, kecil-kecil,
warnanya coklat muda (Wondinu dkk., 2007).
Gambar daun sambiloto
Sumber: https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.tokopedia.com
Achmad, et al. (2011). Karakter Morfologis dan Genetik Jamur Tiram (Pleurotus spp.). J. Hort. Vol (21) : 3. Hlm 225-231
Departemen Kesehatan RI, 1979. Farmakope Indonesia Edisi III, 378, 535, 612.
Jakarta.
Hariana, A.2006. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya. Jakarta : Penebar Swadaya
REFERENSI
Achmad, et al. (2011). Karakter Morfologis dan Genetik Jamur Tiram (Pleurotus spp.). J. Hort. Vol (21) : 3. Hlm 225-231
Afizia, Wila M, Rosidah, 2012. Potensi ekstrak daun jambu biji sebagai antibakterial untuk menanggulangi serangan bakteri aeromonas hydrophila Pada ikan gurame (osphronemus gouramy lacepede). Jurnal Akuatika, 3(1): 1-9.
Hariana, A.2006. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya. Jakarta : Penebar Swadaya
Wondinu, T., Asfaw, Z., dan Kelbessa, E. 2007. Ethnobotanical study of
medicinal plants around Dheeraa Town, Arsi Zone, Ethiopia. Journal
of Ethnopharmacology. 112(04):152-161.
Sekian dari aku sobat-sobat ,
Kupu kupu di atas awan
See you next time kawan

