Kamis, 19 Maret 2020

sambiloto


sambiloto
Halo sobat!!!
Selamat datang di blogku 
Terimakasih sudah mau mampir di blog ini yah sobat sobat ku


            Sekarang aku ingin membahas nih tentang obat tradisional yang ada di alam dan bisa menjadi tanaman obat keluarga (Toga) sebenarnya sih banyak tanaman tanaman di alam ini yang bisa dijadikan obat obatan tradisional,tapi untuk kali ini aku  ingin membahas tentang apasih itu tanaman sambiloto. kalian pasti banyak yang belum mengetahui apa sih itu sambiloto? apakah kamu tahu bahwa sambiloto itu adalah tanaman obat yang memiliki banyak manfaat loh ,sebelum ke manfaat mari kita kenalan dengan sambiloto ini.


            Jadi sobatku Tanaman sambiloto (Andrographis paniculata Nees) merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional. Bagian tanaman yang berkhasiat sebagai antiradang, antiinflamasi, dan antipiretik adalah daun sambiloto. Daun sambiloto memiliki kandungan kimia diantaranya deoksiandrografolid, andrografolid, noeandrografolid, 12 didehidroandrografolid, dan homoandrografolid (Hariana, 2006). Pada percobaan farmakologis senyawa kimia yang berkhasiat sebagai antiradang adalah andrographolid, deoksi-andrografolid, dan neoandrografolid (Achmad et al., 2007).


            Sambiloto merupakan tumbuhan tegak yang berukuran 40 cm sampai 90 cm. Cabang berbentuk segi empat dan tidak berambut, percabangan banyak dengan letak yang berlawanan. Bentuk daun lanset, panjang daun 3 cm sampai 12 cm dan lebar daun 1 cm sampai 3 cm, panjang tangkai daun 5 mm sampai 25 mm, ujung dan pangkal daun tajam atau agak tajam, tepi daun rata. Perbungaan tegak bercabang-cabang, panjang kelopak bunga 3 mm sampai 4 mm, bunga berbibir berbentuk tabung, bibir bunga bagian atas berwarna putih atau berwarna kuning 7 dengan ukuran 7 mm sampai 8 mm, bibir bunga bawah lebar berbentuk biji berwarna ungu dengan panjang 6 mm (Depkes RI, 1979).


Daunnya berwarna hijau dan merupakan daun tunggal yang saling berhadapan, berbentuk pedang (lanset) dengan tepi rata (integer) dan permukaannya halus. Bunganya berwarna putih keunguan, berbentuk jorong (bulat panjang), dengan pangkal dan ujung bunga yang lancip. Buahnya juga berbentuk jorong dengan ujung yang tajam dan panjang buah lebih kurang 2 cm.
Di India, bunga dan buah sambiloto bisa dijumpai pada bulan Oktober atau antara Maret sampai Juli. Di Australia bunga dan buah bisa dijumpai antara bulan November sampai bulan Juni tahun berikutnya. Sedangkan di Indonesia bunga dan buah sambiloto bisa dijumpai sepanjang tahun.
Sambiloto dilaporkan memiliki efek farmakologis yang luas. Secara kimia sambiloto mengandung diterpen, flavonoid, stigmasterol, alkane, keton, aldehid dan mineral (kalsium, natrium, kalium) (Rosidah et al., 2012).
Tumbuhan semusim, tinggi 50-90 cm, batang disertai banyak cabang berbentuk segi empat dengan nodus yang membesar. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berhadapan bersilang, bentuk lanset, pangkal runcing, ujung meruncing, tepi merata, permukaan atas hijau daun, panjang 2- 8 cm, lebar 1-3 cm. Perbungaan rasemosa yang bercabang membentuk malai, keluar dari ujung batang atau ketiak daun. Bunga berbibir berbentuk tabung; kecil-kecil, warnanya putih bernoda ungu. Buah kapsul berbentuk jorong, panjang sekitar 1,5 cm, lebar 0,5 cm, pangkal dan ujung tajam, bila masak akan pecah membujur menjadi 4 keping, dan biji gepeng, kecil-kecil, warnanya coklat muda (Wondinu dkk., 2007).


     
Gambar daun sambiloto
Sumber: https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.tokopedia.com


REFERENSI

Achmad, et al. (2011). Karakter Morfologis dan Genetik Jamur Tiram (Pleurotus spp.). J. Hort. Vol (21) : 3. Hlm 225-231

Afizia, Wila M, Rosidah, 2012. Potensi ekstrak daun jambu biji sebagai antibakterial untuk menanggulangi serangan bakteri aeromonas hydrophila Pada ikan gurame (osphronemus gouramy lacepede). Jurnal Akuatika, 3(1): 1-9. 

Departemen Kesehatan RI, 1979. Farmakope Indonesia Edisi III, 378, 535, 612. Jakarta.

Hariana, A.2006. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya. Jakarta : Penebar Swadaya

Wondinu, T., Asfaw, Z., dan Kelbessa, E. 2007. Ethnobotanical study of medicinal plants around Dheeraa Town, Arsi Zone, Ethiopia. Journal of Ethnopharmacology. 112(04):152-161. 





Sekian dari aku sobat-sobat ,
Kupu kupu di atas awan
See you next time kawan 


17 komentar:

  1. Waah... Bermanfaat sekali informasi nya ka ,Terimkasih banyak ya....

    BalasHapus
  2. Terima kasih infonya,sangat bermanfaat.

    BalasHapus
  3. Walaupun rsanya pahit, ttpi ada manfaatnyaa yaa.. Terimakasih infoonya

    BalasHapus
  4. Terimakasih aa sonia atas infonya sangat bermanfaat 😍

    BalasHapus
  5. Kebetulan saya suka minum jamu sambiloto

    BalasHapus
  6. waw jadi tau sambiloto banyak manfaatnya terimakasih

    BalasHapus
  7. Terimakasih ka sangat bermanfaat sekali

    BalasHapus
  8. pahit pahit banyak kegunaannya ya

    BalasHapus
  9. Infonya lengkap sekali terimakasih kaka,

    BalasHapus
  10. Kupu - kupu makan semangka
    Terimakasih qaqa^^

    BalasHapus
  11. Wah bermanfaat sekali kaka, terima kasih

    BalasHapus